Dugderan Sebagai Representasi Islam Dan Budaya Jawab Di Masjid Agung Kauman Semarang

Penulis

  • Ilham Syafaat Universitas Islam Negeri Walisongo Penulis
  • Farel Brilianta App Universitas Islam Negeri Walisongo Penulis
  • Hana Wilda Tazkiya Universitas Islam Negeri Walisongo Penulis
  • Khabibatul Khairiyyah Universitas Islam Negeri Walisongo Penulis
  • Rheyna Putri Tazkiyyah Universitas Islam Negeri Walisongo Penulis
  • M. Rikza Chamami Universitas Islam Negeri Walisongo Penulis

Kata Kunci:

Dugderan, Akulturasi Islam-Jawa, Semarang, Tradisi Lokal, Identitas Budaya

Abstrak

Penelitian ini membahas Dugderan sebagai representasi akulturasi Islam dan budaya Jawa di Kota Semarang dengan menyoroti bagaimana tradisi ini membentuk identitas religius-kultural masyarakat urban. Topik ini dipilih karena Dugderan, yang berawal dari penetapan awal Ramadan oleh ulama dan pemerintah kolonial, telah berkembang menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai keislaman dengan praktik budaya lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh agama dan pengurus masjid, serta telaah literatur historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur keagamaan, seperti penetapan awal puasa dan penyampaian khutbah, berpadu harmonis dengan unsur budaya Jawa seperti arak-arakan Warak Ngendog, pasar rakyat, dan simbol-simbol lokal yang dimaknai ulang oleh masyarakat. Akulturasi ini memperkuat kohesi sosial sekaligus menunjukkan kemampuan Islam Nusantara untuk beradaptasi dengan konteks lokal tanpa kehilangan nilai inti. Penelitian ini menegaskan bahwa Dugderan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi refleksi dinamis hubungan antara agama, budaya, dan identitas masyarakat Semarang.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

AntaraNews. (2024, Maret 7). Sejarawan: Dugderan Tradisi Khas Perpaduan Budaya dan Agama.

Diakses dari https://ramadhan.antaranews.com/berita/4675593/sejarawan-dugderan-tradisi-khas-perpaduan-budaya-dan-agama

Berry, J. W. (2005). Acculturation: Living Successfully in Two Cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697–712.

https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2005.07.013

Cahyono, A. (2018). Warak Ngendog dalam Tradisi Dugderan sebagai Representasi Identitas Muslim Urban di Kota Semarang. Jurnal Teologia, 29(2), 115–132. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Diakses dari https://journal.walisongo.ac.id/index.php/teologia/article/download/2937/pdf

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. (2024). Dokumentasi Resmi Kegiatan Dugderan 2023–2024.

Diakses dari https://disbudpar.semarangkota.go.id

Open Library Telkom University. (2023). Makna Tradisi Dugderan dalam Konteks Masyarakat Modern.

Diaksesdari https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/download/25867/24671

Septemuryantoro, S. A. (2024). Potensi Akulturasi Budaya dalam Menunjang Kunjungan Wisatawan di Kota Semarang. Jurnal LITE, Universitas Dian Nuswantoro.

Diakses dari https://publikasi.dinus.ac.id/index.php/lite/article/download/3434/1880/9871

Triyanto, Rokhmat, & Mujiyono. (2013). Warak Ngendog: Simbol Akulturasi Budaya pada Karya Seni Rupa. Jurnal Komunitas, 5(1), 99–107. Universitas Negeri Semarang.

Diakses dari https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/view/2735

Ainaila Jihanashofa, Diani Apsari, dan Riky Azharyandhi Siswanto, 2025. https://digital.library.leiden.edu

Widodo, S. T. “Akulturasi Islam dan Tradisi Jawa dalam Ritual Sekaten.” Jurnal Kawistara 3(2), UGM. https://jurnal.ugm.ac.id/kawistara

Prabowo, A. “Warak Ngendog sebagai Ikon Akulturasi Budaya Semarang.” Jurnal Humanika, UNNES. https://journal.unnes.ac.id

Pemerintah Kota Semarang. “Sejarah Dugderan.” (Repositori Pemkot). https://semarangkota.go.id

Sari, M. “Transformasi Tradisi Dugderan di Semarang.” Jurnal Patra Widya, Balai Arkeologi Jateng. https://patrawidya.kemdikbud.go.id

Hidayat, A., & Prasetyo, M. (2020). Warak Ngendog dan Identitas Budaya Pesisir. Jurnal Jantra.

Triyanto, T. (2013). Akulturasi Budaya di Kota Semarang. Jurnal Harmoni.

Widodo, T. (2019). Semarang dalam Perspektif Budaya. Penerbit Balai Budaya.

Susilo, A. (2021). Perajin Warak dan Tradisi Dugderan. Jurnal Analisis Kebudayaan.

Kurniawan, D. (2022). Festival Kota dan Identitas Urban Masyarakat Semarang. Jurnal Urban Culture Studies.

Pertiwi, N. et al. (2020). Cerita Rakyat sebagai Media Edukasi Budaya untuk Anak. Jurnal Desain Komunikasi Visual

Jihanashofa, A., Apsari, D., & Siswanto, R. (2025). Pemahaman Budaya Dugderan di Kalangan Pelajar Semarang. Jurnal Pendidikan Karakter.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01

Cara Mengutip

Syafaat, I. ., Brilianta App, F. ., Tazkiya, H. ., Khairiyyah, K., Tazkiyyah, R., & Chamami, M. R. (2026). Dugderan Sebagai Representasi Islam Dan Budaya Jawab Di Masjid Agung Kauman Semarang. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 214-223. https://e-journal.pancabudi-stai.ac.id/index.php/at/article/view/850

Artikel Serupa

1-10 dari 275

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.