Resiliensi Anak Usia Dini dalam Kondisi Fatherless: Studi Kasus di Desa Binjai Dusun V

Penulis

  • Aryfah Zahra Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli Penulis
  • Nazwa Akhrizal Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli Penulis
  • Tri Ayu Lestari Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli Penulis
  • Sari Atika Parinduri Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli Penulis

Kata Kunci:

Resiliensi, Fatherless, Anak Usia Dini, Kemandirian, Studi Kasus

Abstrak

Fenomena fatherless sering dikaitkan dengan berbagai risiko perkembangan anak, khususnya pada aspek sosial-emosional dan kemandirian. Namun, tidak semua anak yang mengalami kondisi tersebut menunjukkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi anak usia dini dalam kondisi fatherless serta faktor-faktor yang mendukung terbentuknya resiliensi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang mengalami fatherless dan tinggal di Desa Binjai Dusun V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan ibu sebagai informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek tetap menunjukkan kemandirian yang baik dalam aktivitas sehari-hari, seperti makan, berpakaian, mandi, pergi sekolah dan mengaji secara mandiri, serta mampu bersosialisasi dengan baik. Temuan ini menunjukkan adanya resiliensi positif yang dipengaruhi oleh pola asuh ibu yang suportif, dukungan lingkungan keluarga dan sosial, pengalaman pendidikan di PAUD, serta karakter anak yang adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa kondisi fatherless tidak selalu berdampak negatif terhadap perkembangan anak apabila didukung oleh faktor protektif yang memadai.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Anggraini, R. (2022). Peran Orang Tua terhadap Pembentukan Kemandirian Anak Usia Dini Pada Masa Pandemi. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 67-78.

Arsini, Y., Zahra, M., & Rambe, R. (2023). Pentingnya peran orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 3(2), 36-49.

BKKBN. (2021). Laporan Profil Keluarga Indonesia. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Chairilsyah, D. (2019). Analisis kemandirian anak usia dini. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(01), 88-98.

Dewi, L. A. P. (2017). Peranan orang tua dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 83-91.

Dhiu, K. D., & Fono, Y. M. (2022). Pola Asuh Orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. EDUKIDS: Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 56-61.

Ekaningtyas, N. L., & Wiguna, I. B. A. A. (2024). Strategi Orang Tua dalam Menstimulasi Resiliensi Pada Anak Usia Dini. Kumarottama: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 163–172.

Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton & Company.

https://e-journal.iahn-gdepudja.ac.id/index.php/kumarottama/article/view/1008

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Ed. 5). Erlangga.

Ilhami, B. S., Fitriani, R., & Adawiyah, R. (2022). Psikologi Perkembangan: Teori dan Stimulasi. CV Jejak (Jejak Publisher).

Lamb, M. E. (2010). The Role of the Father in Child Development (5th ed.). John Wiley & Sons.

Mahmudah, N., Elan, E., & Mulyana, E. H. (2023). Analisis Kemandirian Anak Usia Dini. JURNAL PAUD AGAPEDIA, 7(2), 146-151.

Masten, A. S. (2001). Ordinary Magic: Resilience Processes in Development. American Psychologist, 56(3), 227–238.

Novela, T. (2019). Dampak Peran Ayah Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 16-29.

Pruett, K. D. (2010). Fatherneed: Why Father Care is as Essential as Mother Care for Your Child. Broadway Books.

Romadhona, A., & Kuswanto, C. W. (2024). Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 101-112

Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 9680-9694.

Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development (16th ed.). McGraw-Hill Education.

Silveira, G. B. da, & Kruel, C. S. (2024). Psychological resilience processes in children: Contributions from different theoretical perspectives. Research, Society and Development, 13(1), e123456.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukatin, Q. Y. H., Alivia, A. A., & Bella, R. (2020). Analisis psikologi perkembangan sosial emosional anak usia dini. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 156-171.

Syafnita, T., Muhamad, A., Mukhlisin, M., Wenselinus Nong, K., Hermania, B., Afrida Sriyani, H., ... & Vinsensius Bawa, T. (2023). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini.

Tsani, I. L., Herawati, N. I., & Istianti, T. (2016). Hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian anak usia dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2).

Ulfa, M., & Na’imah, N. I. (2020). Peran Keluarga dalam konsep psikologi perkembangan anak usia dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 3(1), 20-28.

Ummairoh, E., Azhariyah, A., & Triwusudaningsih, E. (2023). Sejarah pengertian psikologi perkembangan dan teori perkembangan anak. BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 5(2), 91-99.

Wulandari, H., & Shafarani, M. U. D. (2023). Dampak fatherless terhadap perkembangan anak usia dini. Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 12(1), 1-12.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01

Cara Mengutip

Zahra, A. ., Akhrizal, N. ., Lestari, T. ., & Parinduri, S. . (2026). Resiliensi Anak Usia Dini dalam Kondisi Fatherless: Studi Kasus di Desa Binjai Dusun V. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 89-96. https://e-journal.pancabudi-stai.ac.id/index.php/at/article/view/790

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1-10 dari 129

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.